Everyone is a Blessing


Empat tahun yang lalu....
Tepat empat tahun yang lalu. Di kali pertama aku merantau ke ibukota. Berbagai perasaan berkecamuk saat itu. Kemacetan, keruwetan, target di kantor, budaya baru, dan berbagai macam orang yang kutemui memaksaku untuk bisa beradaptasi dengan cepat. Hingga akhirnya waktu mempertemukan kita.

Aku percaya tidak ada sesuatu yang kebetulan. 
Jujur, aku merasa sebagai orang yang paling menderita di dunia sebelum mengenalmu. Mungkin itulah sebabnya Tuhan mempertemukan kita. Kita ini sebelas-dua belas, ya begitu kata-katamu saat pertama kali dulu. 

Aku belajar banyak darimu...
Aku belajar banyak darimu. Tentang bagaimana bertahan hidup. Bagaimana bersyukur, bahkan dalam keadaan yang tak menguntungkan sekalipun. Daya juangmu, empatimu, dan satu lagi, ketulusanmu membuatku tak bisa berhenti mengagumimu. Banyak yang kita lewati bersama. Perjuangan membangun sesuatu dari nol bagiku lebih romantis dibandingkan menghabiskan waktu dengan bersenang-senang semata.

Jika pada akhirnya kita tak bisa bersama...
Ternyata cinta saja tak cukup untuk bisa bersama. Meski akhirnya kita tak bisa bersama, aku tak pernah menyesal mengenalmu. Meski itu tak bisa berakhir dengan bahagia buat kita.

Mengenalmu membawa banyak perubahan...
Aku jadi lebih menghargai diriku sendiri. Darimu aku belajar bagaimana cara memperlakukan orang lain dengan "benar". Masalahku dan masalahmu tetap sama, hanya cara pandang yang perlahan berubah. Dan benar katamu dulu, mengubah cara pandang berarti mengubah segalanya... Kamu membuka mataku jika setiap orang adalah berkat. Tak peduli sesakit apapun jejak yang ditinggalkan seseorang buat kita, everyone is a blessing. Tentu dengan cara yang berbeda-beda.

Doaku untukmu selalu...
Meski jalan yang kita pilih berbeda, doaku akan selalu ada untukmu. 
Berbahagialah.. Lakukan apa yang menurutmu benar. 
Aku akan bahagia, meraih mimpiku, dan menemukan orang yang tepat buatku.

Terima kasih telah hadir dalam hidupku. Sedekat apapun kita dulu dan semanis apapun kenangan yang ada, menerima kenyataan bahwa kita tak bisa bersama adalah jalan paling baik saat ini.

Thank you for being my blessing...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Power of Waiting

Salam Kenal

Siasati Jebakan Diskon Dengan 5 Langkah Berikut